Dalam kehidupan seseorang tidak akan terlepas dengan apa yang disebut berita. Setiap orang ingin mengetahui apa yang terjadi pada lingkungan sekitarnya, di kota, di negara, atau bahkan peristiwa yang terjadi di dunia. Misalnya tentang kenyataan sosial yang berkembang, isu-isu hangat yang diperbincangkan orang lain, atau opini orang yang sedang ramai dibicarakan, dan lain sebagainya. Apalagi ketika berada di era informasi, semua orang membutuhkan informasi. Oleh karenanya, untuk memenuhi kebutuhan khalayak tersebut dibutuhkan suatu bidang ilmu yang akan membahas dan menyajikan sebuah berita, sehingga bisa dihidangkan pada khalayak. Ilmu yang akan menyajikan semua itu yaitu ilmu komunikasi dan informasi yang didalamnya ada satu obyek kajian yang disebut jurnalistik.
Jurnalistik yaitu obyek kajian yang mempelajari tentang seluk beluk penyiaran berita-berita sebagai media komunikasi massa. Sedangkan menurut Drs. Djafar H. Assegaf dalam bukunya Samsul bahwa jurnalistik merupakan kegiatan untuk menyampaikan kegiatan pesan/berita kepada khalayak ramai melalui saluran media baik media cetak maupun media elektronik. Dapat juga diartikan sebagai sebuah kegiatan mengolah berita-berita dari mulai meliput berita sampai pada berita itu layak untuk dihadirkan pada masyarakat melalui media massa. Sehingga masyarakat bisa memperoleh informasi yang dibutuhkannya serta mengambil manfaat dari jurnalistik. Manfaat utama dari kehadiran media pers di suatu negara menjadi forum dialog publik sebagai alat bagi terlaksananya proses demokrasi guna terwujudnya pembangunan masyarakat dan daerah, ungkap Azzam.
Banyak manfaat yang bisa kita ambil dari adanya sebuah kegiatan jurnalistik, misalnya kita bisa memperoleh berita atau informasi atas sebuah peristiwa atau kejadian yang terjadi setiap hari, kita bisa memperoleh pengetahuan yang mungkin tidak kita dapatkan di dalam ruangan belajar. Oleh karena itu untuk mengetahui manfaat jurnalistik ini, bisa kita lihat dalam masing-masing ranah tertentu, sebagai berikut: Pertama, dalam ranah sosial masyarakat. Manfaat adanya jurnalistik dalam bidang sosial kemasyarakatan ini yaitu masyarakat dapat bercakap-cakap dengan satu sama lainnya. Serta memenuhi kebutuhan masyarakat atau khalayak ramai atas sebuah berita atau informasi, yang berkaitan dengan lingkungan sekitarnya atau di Negaranya, dan bahkan berita di dunia pada waktu itu. Serta berita-berita yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat pada umumnya. Misalnya berita tentang adanya kabakaran di suatu daerah, tentang kecelakaan lalu lintas, dan peristiwa-peristiwa yang sedang terjadi pada hari itu. Semuanya itu diolah oleh jurnalis dengan sebaik dan semenarik mungkin, sehingga berita itu bisa di nikmati oleh masyarakat.
Selain itu, manfaat yang lainnya yaitu bisa digunakan sebagai tempat menyalurkan opini atau pendapat masyarakat yang menyangkut masalah sosial kemasyarakatan, kesejahteraan masyarakat dan lain sebagainya. yakni sebagai tempat penyalur keluh kesah masyarakat terhadap pemerintahan baik itu di kota, daerah atau bahkan pemerintahan pusat. Sehingga jurnalistik ini berguna juga untuk menjaga komunikasi antara rakyat dengan pemerintah. Sehingga pemimpin akan lebih gampang menyampaikan kebijakannya kepada publik.
Manfaat lain yaitu berasal dari fungsi pers atau jurnalistik yaitu fungsi regeneratif yang berarti menceritakan bagaimana sesuatu itu dilakukan di masa lampau, bagaimana dunia ini dijalankan sekarang, bagaimana sesuatu itu diselesaikan, dan apa yang dianggap oleh dunia itu benar atau salah. Manfaatnya yaitu membantu menyampaikan warisan sosial kepada generasi baru agar terjadi proses regenerasi dari angkatan yang sudah tua kepada yang lebih muda. Serta bermanfaat pula dalam mengawal dan mengamankan hak-hak pribadi. Dengan memberikan kesempatan kepada rakyat untuk menulis kritik terhadap segala sesuatu yang berlangsug dalam kehidupannya atau terhadap medianya sendiri. Jurnalistik juga memberikan manfaat dalam kaitannya dengan pembangunan dan kepentingan masyarakat. Sebagaimana Schramm menyebutkan dalam pembangunan, fungsi media massa minimal memiliki tiga bentuk, meliputi memberitahu rakyat tentang pembangunan nasional, memusatkan perhatian masyarakat supaya berubah, kesempatan menimbulkan perubahan, metode atau cara menimbulkan perubahan, jika mungkin memunculkan inspirasi. Dari sini dapat dilihat bahwa jurnalistik itu membantu memberikan informasi kepada masyarakat atau publik tentang pembangunan nasional. Serta memberikan arahan atau pandangan baru terhadap masyarakat berkaitan dengan pambangunan. Sehingga terbentuk suatu masyarakat yang tanggap pada pembaharuan, demi pembangunan. Jurnalistik juga membantu memperlancar pembangunan serta mewujudkan terjadinya perubahan-perubahan sosial yang positif dengan membawa berbagai informasi dan gagasan guna membangkitkan gairah masyarakat untuk berprtisipasi dalam pembangunan. Baik dalam pembangunan di bidang sosial budaya atau bentuk-bentuk kehidupan di dalam masyarakat. Kedua, manfaat di ranah politik. Kehadiran jurnalistik juga sangat penting dalam bidang politik. Ada beberapa manfaat yang bisa diperoleh dari adanya jurnalistik dalam bidang politik ini. Misalnya dalam proses pemilihan pemimpin dalam segala lapisan publik dan pemerintahan, terlebih pada saat bangsa Indonesia akan melaksanakan berbagai proses Pilpres dan Pilkada. Maka media jurnalistik ini akan banyak memberikan manfaat dalam ranah politik ini. Karena dengan penggunaan media massa maka seluruh lapisan masyarakat di Indonesia akan mengetahui siapa calon pemimpin mereka, serta dapat menentukan siapa nantinya diantara calon-calon itu yang akan dipilih oleh rakyat sebagai pemimpin mereka.
Termasuk juga membantu masyarakat berpartisipasi dalam proses pembuatan keputusan, melalui opini-opini yang disampaikan oleh masyarakat dalam media jurnalistik yang sudah tersedia. Memberikan informasi kepada rakyat berkaitan dengan kebijakan-kebijakan baru yang telah ditetapkan pemerintah untuk seluruh masyarakat. Serta memperluas dialog dan menjaga agar informasi mengalir baik ke atas maupun ke bawah.
Selain berguna dalam menceritakan jalannya misi-misi politik yang baik atau sesuai dengan hak dan kebutuhan masyarakat umum. Jurnalistik juga berguna dala menyapakan tentang kejelekan atau kesalahan-kesalahan yang terjadi dalam ranah politik atau yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab kepada amanah rakyat. Dapat dicontohkan seperti adanya kesalahan perhitungan suara dalam Pilpres, Pilkada atau yang lainnya dan adanya korupsi dalam dunia politik ini.
Ketiga, ranah ekonomi. Dalam hal yang sederhana saja manfaat jurnalistik dalam ranah ekonomi ini bisa kita lihat. Misalnya ketika harga sembako, cabe, dan bahan-bahan pangan lainnya naik atau turun, maka dengan adanya jurnalistik, masyarakat baik pihak pedagangnya atau pemeblinya menjadi tahu akan perkembangan harga bahan kebutuhan pokok rumah tangga pada saat itu.
Manfaat lain jurnalistik dalam ranah ekonomi, yaitu melayani sistem ekonomi melalui iklan. Dengan memanfaatkan media massa sebagai alat atau sarana dalam melakukan kegiatan promosi atau pemasaran dengan cara pemasangan iklan tentang produk-produk baru yang dihasilkan atau hanya sekedar memberikan informasi kepada publik tentang adanya potongan harga dalam produk tersebut oleh suatu perusahaan atau oleh pengusaha yang sudah memiliki kontrak dengan pihak media massa.
Selain itu dengan adanya jurnalistik membantu para pengusaha dalam mengatahui berita-berita tentang kondisi pasar, barang-barang yang lagi marak dalam dunia bisnis, mengetahui keinginan konsumen dan bisnis-bisnis yang sedang berkembang baik di pasar daerah, nasional bahkan pasar internasional atau hanya sekedar memberikan informasi tentang nilai mata uang asing pada hari itu. Di samping itu jurnalistik juga memberikan manfaat bagi masyarakat yang masih belum mempunyai pekerjaan dengan adanya kolom-kolom yang berisi tentang lowongan kerja di media cetak. Bisa jadi jurnalistik itu juga menginspirasi masyarakat yang tidak mempunyai pekerjaan untuk membuka usaha yang baru.
Keempat, manfaat dalam ranah pendidikan. Selain bermanfaat dalam ranah politik, ekonomi, dan sosial, jurnalistik juga bermanfaat dalam ranah pendidikan. Jurnalistik bukanlah sebuah kegiatan yang hanya menuliskan sebuah berita yang tak bermakna. Setiap tulisan yang termuat dalam koran, majalah, tabloid, dan lain sebagainya, itu juga mempunyai nilai-nilai pendidikan, baik itu pendidikan moral, agama, politik, atau pendidikan yang lainnya. Serta tidak hanya pengetahuan yang berguna bagi para intelek saja, akan tetapi pengetahuan yang disajikan oleh jurnalis dalam media massa itu adalah pengetahuan yang berguna bagi seluruh lapisan masyarakat dengan menggunakan suatu bahasa yang mudah dipahami oleh kondisi masyarakat.
Hal tersebut terlihat dalam media cetak koran yang biasanya menyajikan kolom-kolom yang berisi tulisan tentang pendidikan atau ilmu pengetahuan, guna menambah pengetahuan pembacanya. Terkadang juga secara tidak langsung media cetak itu memasukkan ilmu pengetahuan dalam berita-berita, artikel, atau tajuk rencana, sering pula disajikan dalam bentuk berita-berita bergambar, ulasan berita, tajuk, cerita bersambung ataupun cerita pendek yang disajikan sarat akan nilai-nilai pendidikan. Manfaat jurnalistik dalam ranah pendidikan ini bisa dirasakan oleh semua masyarakat dari anak-anak sampai orang dewasa. Bagi anak-anak membarikan pelajaran atau pengetahuan tentang nilai-nilai moral atau etika meskipun itu tidak secara langsung, dimana nilai-nilai tentang moral itu lebih cepat dan mudah diterima oleh anak-anak daripada pelajaran yang berada di sekolah atau guru agama mereka. Hal ini bisa dilihat bahwa anak-anak lebih sering meniru apa yang dialkukan oleh para tokoh film yang mereka tonton dalam media televisi. Serta membantu meningkatkan daya kreativitas anak dengan adanya tayangan-tayangan dalam media televisi seperti membuat mainan dengan menggunakan kertas lipat, barang-barang bekas, atau dengan menggambar dan lain sebagainya.
Sedangkan bagi orang tua bisa menambah pengetahuan tentang cara-cara terbaik dalam mengasuh dan mendidik anak. Bisa juga memberikan pengajaran tentang memasak melalui media elektronik atau hanya lewat resep-resep yang ditulis dalam media cetak. Dan jurnalistik juga memberikan pengetahuan tentang kiat-kiat sukses bagi para pengusaha atau pedagang.
Dari uraian singkat diatas dapat dilihat bahwa secara tidak langsung jurnalistik juga membantu anak-anak yang putus sekolah atau masayarakat tingkat rendah untuk mendapatkan pendidikan dan pengetahuan yang luas. Serta membantu program pemberantasan buta huruf bagi masyarakat Indonesia.
Kelima, ranah kebudayaan. Indonesia merupakan suatu bangsa yang mempunyai banyak suku, sehingga Indonesia mempunyai beragam kebudayaan. Manfaat jurnalistik yang utama dalam ranah ini yaitu menginformasikan aneka ragam kebudayaan yang dimiliki Indonesia kepada masyarakat umum. Sehingga masyarakat itu nantinya bisa mengenal dan turut serta menjaga kebudayaan yang dimiliki Indonesia.
Dengan adanya jurnalistik juga membantu menurunkan dan mengenalkan kebudayaan yang dimiliki Indonesia sebagai kekayaan yang harus diwariskan kepada para generasi muda bangsa Indonesia. Sehingga keberadaan budaya sebagai kekayaan bangsa dapat tetap lestari, tidak punah dan tidak menghilang.
Selain hal tersebut dengan jurnalistik (media internet) juga memberikan manfaat yaitu mengenalkan kekayaan bangsa Indonesia melalui beraneka ragamnya budaya yang dimilikinya kepada dunia. Sehingga ketika masyarakat dunia itu tahu, kemudian mengunjungi Indonesia, maka akan memberikan keuntungan bagi dunia kepariwisataan.
Keenam, dalam ranah keagamaan. Dalam sejarah diungkapkan bahwa perkembangan dan kecermelangan ajaran Islam menerobos zaman dan abad serta melewati negeri-negeri dan benua, berkat kerja berangkai daripada jurnalis-jurnalis Islam. otak dan syaraf mereka yang disinari taufiq dan hidayah Allah mendorong tangan mereka menarikan penanya di atas kertas. Seni dan kemahiran mereka diabadikan dalam berbagai karya jurnalistik yang bernilai yang berhasil membawa ajaran Islam ke jenjang kemajuan dan kemasyhuran dalam bidang filsafat, hukum, astronomi, sosiologi, dan ilmu pengetahuan yang lainnya. Dari uraian tersebut dapat dipahami bahwa jurnalistik itu juga memiliki manfaat dalam ranah keagamaan. Dalam Islam jurnalistik ini bermanfaat sebagai sarana dalam melakukan aktivitas dakwah. Selain itu mungkin juga berguna dalam menjalankan missi-missi atau propaganda agama-agama lain.
Dalam era informasi sekarang ini, dengan adanya jurnalistik para da’I bisa memanfaatkan kegiatan jurnalistik melalui media massa untuk melakukan dakwah, di media cetak misalnya melalui rubrik kolom opini yang umumnya terdapat di surat kabar harian, mingguan, tabloid, majalah-majalah, atau buletin-buletin internal Masjid. Dengan cara menuliskan artikel keagamaan, tanya jawab masalah-masalah agama Islam. certia yang bernuansa Islam, dan dalam rubrik khusus agama Islam. Selain dengan memanfaatkan media cetak juga bisa berdakwah menggunakan media elektronik. Selain manfaat sebagai sarana untuk berdakwah, jurnalistik juga bermanfaat dalam mewujudkan rasa toleransi beragama. Misalnya dengan menginformasikan kepada masyarakat mengenai ritual-ritual keagamaan yang dilakukan oleh masing-masing agama. Sehingga masyarakat tahu dan mengerti tentang tradisi masing-masing agama, dengan begitu harapannya yaitu agar masyarakat mengetahui bahwa di Indonesia ini ada beberapa agama, serta agar masyrakat menghormati kepercayaan masing-masing umat agama.
Manfaat lain yang bisa diperoleh dari jurnalistik dalam ranah keagamaan ini yaitu memberikan informasi bagi masyarakat Islam tentang keputusan MUI mengenai penetapan tanggal awal puasa dan akhir puasa, penetapan hari raya Idul Fitri. Atau mengenai keputusan permasalahan agama yang lainnya.
Masih banyak manfaat yang bisa kita peroleh dari adanya jurnalistik, selain dalam beberapa ranah yang sudah dipaparkan diatas. Misalnya manfaat lainnya yang bisa diambil berdasarkan pada fungsi jurnaristik yaitu untuk menghibur. Dari sanalah dapat diambil manfat jurnalistik yakni memberikan hiburan kepada masyarakat melalui berita-berita yang menyegarkan dan mnyenangkan atau informasi yang ringan dan rileks sesuai dengan gaya hidup manusia atau paembacanya. Bisa juga bermanfaat sebagai pengisi waktu luang seperti sebagai teman di pagi hari saat kita lagi santai. Jika dilihat dalam konteks Islam, manfaat jurnalistik ini bisa dilihat dalam ayat-ayat al-Qur’an yang secara eksplisit memerintahkan untuk belajar menulis. Misalnya dalam QS al-Alaq:1-5 yang bisa diambil subtansi dalam ayat tersebut dalam tafsir al-Maraghi menyebutkan bahwa ayat inilah yang mengubah suatu bangsa yang sangat rendah menjadi bangsa yang paling mulia dengan perantaraan menulis. Tidak bisa dibayangkan jika tidak ada tulisan, tentu ilmu pengetahuan tak akan terekam, agama-agama akan sirna dan bangsa-bangsa belakangan tak mungkin mengenal sejarah umat atau bangsa yang terdahulu. Jika tidak ada orang yang belajar membaca dan menulis, menurut Suf Kasman diprediksikan bahwa umat manusia itu tidak akan berkembang, sehingga manusia itu sampai saat ini akan berada dalam kehidupan primitif, tinggal di gua-gua, dan berpakaian daun-daunan atau kulit kayu seadanya. Tetapi kenyataan sejarah tidaklah demikian, manusia dibekali sang Maha Pencipta dengan akal pikiran dan petunjuk. Sehingga manusia itu bisa belajar dari pengalaman-pengalaman hidupnya dan dari lingkungan alam sekitarnya. Hasil belajarnya itu kemudian diajarkan dan diwariskan kepada generasi penerusnya. Awalnya secara lisan, lalu dikembangkan dengan tulisan. Dari uraian diatas dapat diambil kesimpulan, bahwa jurnalistik memiliki manfaat yaitu membantu menjadikan bangsa yang rendah menjadi bangsa yang mulia, dari kehidupan primitif ke kehidupan yang lebih maju atau modern. Bermanfaat pula dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, menyebarkan agama-agama terdahulu dan mengenalkan sejarah umat atau bangsa yang terdahulu, serta mewariskan budaya-budaya yang ada kepada generasi selanjutnya.
Sedangkan dalam QS. Al-Qalam:1, yang mana menurut Thantawi dalam bukuny Suf Kasman ini menyebutkan sumpah Allah dengan 3 hal tinta, qalam, dan tuisan. Allah tidak pernah bersumpah, kecuali dengan hal-hal yang agung. Jika ada sumpah dengan matahari, malam, dan bulan, tentu sumpah dengan tiga hal pun mengandung keagungan yang serupa. Lewat tinta, qalam, dan tulisan, kebodohan dapat dikikis dan peradaban dapat ditegakkan. Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa manfaat jurnalistik yaitu mengikis kebodohan dan menegakkan peradaban yang maju. Jadi dari uraian yang ada diatas dapat disimpulkan bahwa jurnalistik itu sangat penting dan banyak memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat. sebagaimana yang sudah disebutkan bahwa banyak manfaat yang bisa kita peroleh melalui jurnalistik, tidak hanya dalam ranah sosial, tetapi juga dalam ranah politik, ekonomi, pendidikan, budaya dan keagamaan.
“Pers Merupakan Salah Satu Pendukung Percepatan Pembangunan di Daerah” (http:www.hariansib.com, diakses 11 Desember 2011) Hikmat Kusumaningrat & Purnama Kusumaningrat, Jurnalistik Teori dan Praktek (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2006), hlm. 27-28. Mondry, Pemahaman Teori dan Praktik Jurnalistik (Bogor:Ghalia Indonesia, 2008), hlm. 79. Asep Saeful Muhtadi, Jurnalistik (Pendekatan Teori dan Prektik) (Jakarta: Logos Wacana Ilmu, 1999), hlm. 30. Hamzah Ya’qub, Op.Cit., hlm. 88. Samsul Munir Amin, Op.Cit., hlm. 259-261. Syarifudin Yunus, Jurnalistik Terapan (Bandung: Ghalia Indonesia, 2010), hlm. 20. Suf Kasman,Jurnalisme Universal “ Menelusuri Prinsip-prinsip Da’wah Bi Al-Qalam dalam Al-Qur’an (Jakarta: Teraju, 2004),hlm. 88-89.